Showing posts with label MUTIARA HATI. Show all posts
Showing posts with label MUTIARA HATI. Show all posts

Sunday, 19 February 2012

Formula Mengubati ‘Penyakit’ Mulut Celupar Daripada Rasulullah SAW


Adakah anda pernah terfikir dan sedar anda bermulut celupar? Sedarkah anda apabila kita berbicara, tanpa disedari kita telah mengguris hati dan perasaan orang lain? Pernahkan anda dipinggirkan kerana anda suka bercakap ‘lepas’?

Sebagai manusia biasa, kita tidak pernah terlepas dan lari dari melakukan kesilapan dalam segala tindakan serta percakapan harian.

Rasulullah telah meninggalkan beberapa petua untuk mengubati penyakit lisan dan petua yang berguna untuk mengubati penyakit-penyakit lain seperti suka memfitnah, mengumpat, menipu, bercakap kotor dan sebagainya selain mulut celupar.

Pertama, Rasulullah menyuruh kita diam apabila terdorong untuk bertutur perkara yang tidak sepatutnya.

Sahabat Abu Syuraih Al-Khuza’iy r.a. menyatakan bahawa Rasulullah pernah berpesan, “Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia bercakap hanya perkara yang baik atau diam.”

Kemudian, Rasulullah menyuruh kita berzikir bagi mengimbangi aktiviti lidah. Kebanyakan dari kita menggunakan lidah untuk kemudahan dan kepentingan diri dan terlupa memuji pencipta lidah setiap hari. Kata-kata yang dihasilkan oleh lidah dalam memuji pencipta lidah lebih sedikit berbanding dengan kata-kata yang dihasilkan ketika berkomunikasi sesama kita.

Menurut sahabat Ibnu Umar, Rasulullah pernah berkata, “Janganlah kamu banyak bercakap tanpa berzikir kepada Allah, kerana sesungguhnya banyak bercakap tanpa berzikir kepada Allah mengakibatkan kerasnya hati, dan orang yang paling jauh dengan Allah adalah orang yang paling keras hati.”

Rasulullah pernah menyatakan menerusi Imam Bukhari, terdapat dua kalimat zikir yang paling disukai oleh Allah SWT yang sangat mudah diucapkan tetapi sangat berat untuk diamalkan.

Kedua-dua kalimat itu adalah ’subhanallah wa bihamdihi’ dan ’subhanallah hil azim’ yang membawa maksud ‘Maha suci Allah dan segala pujian kepadaNya’ dan, ‘Maha suci Allah yang Maha Besar.’

Selain itu, dalam riwayat lain diceritakan, sesiapa yang membaca ‘subhanallah wa bihamdihi’ sebanyak 100 kali sehari, maka semua dosanya diampunkan oleh Allah SWT meski pun sebanyak buih di lautan.

Ketiga, Rasulullah mengajar agar kita sentiasa beristighfar untuk mengelakkan lidah kita dari terus ‘rancak’ membicarakan perkara yang kita sendiri tidak ketahui akan kesahihannya.

Istighfar bermaksud memohon keampunan dan kita digalakkan untuk beristighfar sekurang-kurangnya dengan mengucapkan, ‘Astaghfirullahazim’ disertakan ‘perasaan menyesal’ di dalam hati.

Rasulullah dalam amalan hariannya selalu beristighfar sebanyak 100 kali untuk mengelakkan keburukan dalam lidahnya.

Jika Rasulullah yang maksum dan baik tutur kata beristighfar kepada Allah sebanyak itu, bagaimana pula agaknya jumlah kuantiti istighfar orang yang mempunyai penyakit lisan?

Bagi mereka yang ingin berubah, tidak salah kalau ingin mencuba dan mengamalkan formula dan teknik yang Rasulullah amalkan supaya kita dapat memperbaiki diri serta tidak sekali-kali ‘meletakkan’ manusia lain itu lebih rendah dari diri kita sendiri.

Yang baik itu eloklah kita ambil sebagai ilmu dan pengajaran serta hindarilah perkara-perkara yang boleh membawa sifat mazmumah dalam diri kita. Insyallah.

Monday, 2 January 2012

Best Quotes

Nobody can hurt me without my permission.

~ Mahatma Gandhi

Be true to your work, your word, and your friend.

~ Henry David Thoreau

Do something every day that you don't want to do; this is the golden rule for acquiring the habit of doing your duty without pain.

~ Mark Twain


How to be happy:
~Practice, practice, practice~

The good news is that your choices, thoughts and actions can influence your level of happiness. It's not as easy as flipping a switch, but you can turn up your happiness level. Here's how to get started on the path to creating a happier you.

#Invest in relationships

~Surround yourself with happy people.

~Being around people who are content buoys your own mood. And by being happy yourself, you give something back to those around you.

~Friends and family help you celebrate life's successes and support you in difficult times.

~Although it's easy to take friends and family for granted, these relationships need nurturing.

~Build up your emotional account with kind words and actions.

~Be careful and gracious with critique. Let people know that you appreciate what they do for you or even just that you're glad they're part of your life.

##The health benefits of positive thinking

~Researchers continue to explore the effects of positive thinking and optimism on health. Health benefits that positive thinking may provide include:

1.Increased life span
2.Lower rates of depression
3.Lower levels of distress
4.Greater resistance to the common cold
5.Better psychological and physical well-being
6.Reduced risk of death from cardiovascular disease
7.Better coping skills during hardships and times of stress.

It's unclear why people who engage in positive thinking experience these health benefits. One theory is that having a positive outlook enables you to cope better with stressful situations, which reduces the harmful health effects of stress on your body.

It's also thought that positive and optimistic people tend to live healthier lifestyles — they get more physical activity, follow a healthier diet, and don't smoke or drink alcohol in excess.

Thats all folks...
Lalalalalala...
Sing the happy song...
Tata..

Sunday, 1 January 2012

Suami & isteri

Ada tak isteri yang tidak berleter?

Susah menemukannya.Bahkan isteri Khalifah sehebat Umar bin Khatab pun sama.Seorang lelaki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab.Dia ingin mengadu pada khalifah, tak tahan dengan leteran isterinya.Begitu sampai di depan rumah khalifah,lelaki itu terkejut.Dari dalam rumah terdengar isteri Umar sedang berleter, marah-marah. leteran isteri khalifah melebihi leteran isterinya yang akan diadukannya pada khalifah Umar.

Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah.khalifah Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki tersebut mengurungkan niatnya,membatalkan pengaduan isterinya kepada khalifah Umar.Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya berleter? Mengapa dia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, dia selalu tegas pada siapapun?.Umar berdiam diri karena ingat 5 hal.

Apakah 5 hal tersebut?.

1. Isteri sebagai benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan lelaki ada di mata. Jika dia tidak boleh menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah syaitan akan terkena pada matanya,membidik tubuh-tubuh yang elok di sekelilingnya. Panah yang tertancap membuat darah bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal,syahwat.Adalah sang isteri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari.Isteri adalah tempat dia mengalirkan berjuta gelora.

Biar lepas dan bukan azab yang kelak akan diterimanya.Dia malah mendapatkan dua kenikmatan, dunia dan akhirat.Maka, ketika Umar terpikat pada lenggokkan penari yang datang dari kobaran api, dia akan ingat pada istrinya, pada penyelamat yang melindunginya dari lenggokkan indah namun membakar.Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan lenggokkan yang sama, malah lebih indah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang solehah selalu menjadi semangatnya dalam mencari nafkah.

2. Isteri sebagai pemelihara Rumah
Pagi hingga petang suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai menjelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Dia mengumpulkan dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya.Mendapatkan wang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tidak menjadi sia-sia.

Ada isteri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula dia mau dibayar. Niscaya susah menemukan pemelihara rumah yang lebih prihatin daripada isterinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya dia mendengarkan leteran isterinya, kerana (mungkin) dia penat menjaga harta-harta milik suami yang semakin hari semakin membebankan.

3. Isteri sebagai Penjaga Penampilan
Umumnya lelaki tak pandai menjaga penampilan. Kulit hitam legam tapi pakai pula pakaian warna gelap.Tubuh pendek malah suka pakai baju saiz besar. Atas dan bawah selalu tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaiannya, memilih apa yang sesuai untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menampal bila ada yang koyak. Suami yang tampil menawan adalah wujud keprihatinan isteri.Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecekapannya itu.

4. Isteri sebagai pengasuh anak-anak
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kukuh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah isteri yang dipersalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke hadapan.Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Isteri sebagai penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami kepenatan. tenaga terkuras, beraktiviti seharian. Dia memerlukan makan untuk mengembalikan tenaga. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan, ayam panggang masak kicap, sayur asam, sambal belacan dan ulam. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung, tadi pagi istrinya sempat berdebat,tawar-menawar,kerana harga melebihi bajet.

Tak perlu suami memotong sayuran, cili dan bawang. Tak pening dia memikirkan berapa ukuran perencah agar rasa sesuai di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan, meninggalkan sedikit saja untuk isteri si tukang masak. Tanpa sedar isteri selalu menjadi tukang masak terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

Dengan mengingat lima peranan isteri ini, Umar kerap diam setiap istrinya berleter. Mungkin dia penat, mungkin dia lelah dengan segala beban rumah tangga di bahunya. Isteri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa kalifah umar mendengarkan keluh kesah isterinya.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan isteri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila isteri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah dia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bergurau. Hingga terhindarlah pertumpahan ludah dan caci maki tidak terpuji.Akankah suami-suami masa kini dapat mencontohi perbuatan kalifah Umar ini.Kalifah umar tidak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.WallahuAlam.

Semoga aku menjadi seorang isteri dan seorang ibu yang diredhai oleh-Nya.. Amin....

Monday, 31 October 2011

Aku akan terus mencintaimu...


SELURUH BUMI INI ADALAH TEMPAT UNTUK KITA BERSOLAT

Daripada Jabir r.a. , Nabi Muhammad S.A.W bersabda:

"Dijadikan untukku bumi sebagai masjid (tempat sujud) yang suci".

(Riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

BILA MAUT MENJEMPUTMU...


TANDA-TANDA KEMATIAN


1. 100 hari : Seluruh badan rasa bergegar.

2. 60 hari : Pusat rasa bergerak-gerak.

3. 40 hari : Daun dengan nama orang yang akan

mati di arash akan jatuh dan malaikat maut pun

datang kepada orang dengan nama tersebut lalu

mendampinginya sehingga saat kematiannya. Kadang-kadang orang yang akan mati itu akan

merasa atau nampak kehadiran malaikat maut

tersebut dan akan sering kelihatan seperti sedang

rungsing. 4. 7 hari : Mengidam makanan.

5. 5 hari : Anak lidah bergerak-gerak.

6. 3 hari : Bahagian tengah di dahi bergerak-gerak.

7. 2 hari : Seluruh dahi rasa bergerak-gerak.

8. 1 hari : Terasa bahagian ubun bergerak-gerak di

antara waktu subuh dan ashar. 9. Saat akhir : Terasa sejuk dari bahagian pusat

hingga ke tulang solbi (di bahagian belakang

badan) Seelok-eloknya bila sudah merasa tanda

yang akhir sekali, mengucap dalam keadaan qiam

and jangan lagi bercakap-cakap. ******Bila Malaikat Mencabut Nyawa****** Baginda Rasullullah S.A.W bersabda :

“Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka

akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam

lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian

mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak

kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk

menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan

kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu

kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik

rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan

kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan

menarik roh dari dadanya hingga sampai ke

kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak

orang itu.” Sambung Rasullullah S.A.W. lagi:

“Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman,

maka malaikat Jibril A.S. akan menebarkan

sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang

yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di

syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang

berada disekelilinginya. Ini adalah kerana sangat

rindunya pada syurga dan melihat terus

pandangannya kepada sayap Jibril A.S.”

Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka

Jibril A.S. akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat

kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang

itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini

adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat

neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya. Dari sebuah hadis bahwa apabila Allah S.W.T.

menghendaki seorang mukmin itu dicabut

nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila

malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin

itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut

orang mukmin itu dengan berkata: “Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini

melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa

menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T.” Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu,

maka dia pun kembali kepada Allah S.W.T. dan

menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang

mukmin itu. Lalu Allah S.W.T. berfirman yang

bermaksud:

“Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain.” Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah

S.W.T. maka malaikat maut pun cuba mencabut roh

orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah

sedekah dari arah tangan orang mukmin itu,

keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan

keluar penulisan ilmu. Maka berkata tangan : Tidak ada jalan bagimu

untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini,

tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini

mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini

menulis ilmu pengetahuan.”

Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat

maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat

maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata:

“Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana kaki

ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan

solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu.” Apabila gagal malaikat maut, mencabut roh orang

mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut cuba

pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut

menghampiri telinga maka telinga pun

berkata:”Tidak ada jalan bagimu dari arah ini

kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al- Quran dan zikir.” Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang

mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak

menghampiri mata maka berkata mata:”Tidak ada

jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa

melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata

ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah.”Setelah gagal maka malaikat maut kembali

kepada Allah S.W.T. Kemudian Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud :

“Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak

tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang

beriman itu.” Sebaik saja mendapat perintah Allah

S.W.T. maka malaikat maut menghampiri roh orang

itu dan menunjukkan Asma Allah S.W.T. Sebaik saja melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah

S.W.T maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut

dengan tenang. Abu Bakar R.A. telah ditanya tentang kemana roh

pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu

Bakar R.A:”Roh itu menuju ketujuh tempat : 1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga

Adnin.

2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.

3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga

Illiyyina.

4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.

5. Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung

di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai

hari kiamat.

6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada

di gunung dari minyak misik. 7. Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka

Sijjin, mereka diseksa berserta jasadnya hingga

sampai hari Kiamat.” Telah bersabda Rasullullah S.A.W: Tiga kelompok

manusia yang akan dijabat tangannya oleh para

malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya: 1. Orang-orang yang mati syahid.

2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam

dalam bulan ramadhan.

3. Orang berpuasa di hari Arafah. Sekian untuk ingatan kita bersama.

Wassallam.